dalam lelapmu aku menatap menanti waktu yang bisa membuat - kita seatap. melihatmu menyata sikap dengan mantap untukmu yang sudah terpejam di ujung sana ada rindu yang ku harap turut jua menyapamu membisikkan untuk lekas pulang dan menemuiku datang bersama seikat bunga dan suara merdu
kamu yang belum usai ku tulis kisahmu masih berputar di kepalaku. penaku, habis tinta jadi, kamu masih bergulat di atas meja, yang bahkan belum sempat ku beri tanda jeda
sayu tatapmu melewati waktu dengan penuh tanda tanya di kepala teriring cemas di dada terasa duka sebentar lagi tiba bait demi bait doa kamu panjatkan pada-Nya namun, tetap belum terobati luka sabar ya... sabar saja.