Postingan

Menampilkan postingan dengan label #sastra

Sepotong Roti Yang Tersisa

di atas meja,  selesai sudah riuh redam suara mereka yang mampir silih berganti  yang tersisa hanya sepotong roti ditinggalkan pemiliknya  yang tak lagi punya rasa  kini, dia tertegun sendiri berteman malam yang temaram  1 Februari 2022

Di Perjalanan

Agustus 23, 2020 sayup.. sayup melati mulai tertunduk layu menguncup dalam bisingnya jalan- perlahan terlelap bersama munajat  serupa sabar, asanya tak putus lalu hanyut - hilang redam  sesekali, tatapnya lurus pada sebuah persimpangan sesekali, peluhnya bersatu seirama embunan  yang hadir saat gulita mulai menghilang  serupa sabar,  begitu jalan yang ia teguhkan 

NILAI KESOPANAN DALAM BUDAYA TIONGHOA DILIHAT DARI CERITA SESOEDANJA MATI KARYA KOO HENG NGO

Novel mulai berkembang di Indonesia kira-kira pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 (Rosidi dalam Skripsi Edwina S.T. 1981 : 1). Bahasa yang digunakan dalam novel mulanya ditulis dalam bahasa sehari-hari atau yang biasa disebut dengan istilah bahasa Melayu Pasar. Bahasa Melayu Pasar menurut Edwina dalam skripsinya, merupakan bahasa yang digunakan oleh pengarang bacaan liar, dan hasil karyanya disebut dengan istilah bacaan liar. Salah satu karya yang tergolong dalam bacaan liar adalah karya Koo Heng Ngo yang berjudul Sesoedanja Mati .             Karya Koo Heng Ngo ini menceritakan mengenai kehidupan rumah tangga keluarga Tionghoa yang tidak didasari dari rasa cinta. Tjoe Liang dan Lien Nio adalah sepasang suami isti yang sudah tiga tahun menikah namun harus terpisah di tengah jalan karena sang istri, Lien Nio meninggal dunia lantaran sakit keras. Lien Nio meninggal sesaat setelah melahirkan anak pertamanya.   ...