siripku patah sebelah membuatku harus berenang ke sana ke mari dengan susah payah aku tak lagi seperti yang lainnya sebab siripku patah sebelah ombak ini, sulit sekali ku lawan sendirian entah ke pesisir mana aku akan terhampar hanya anganku tak berhenti berkelana tubuh pun tak jua henti berusaha
tak mampu ku lihat mata itu sebab tahu, datangku sia-sia dan akan membuat luka biar ku lipat memori kita dalam selembar kertas cerita - yang berkisah mengenai seseorang yang nyaris mengisi sesaat sebelum dia menghampiri - di halaman tengah buku diary
Agustus 23, 2020 sayup.. sayup melati mulai tertunduk layu menguncup dalam bisingnya jalan- perlahan terlelap bersama munajat serupa sabar, asanya tak putus lalu hanyut - hilang redam sesekali, tatapnya lurus pada sebuah persimpangan sesekali, peluhnya bersatu seirama embunan yang hadir saat gulita mulai menghilang serupa sabar, begitu jalan yang ia teguhkan
Komentar
Posting Komentar